MOREARTMOREIT– Maret 2025. Tari Beskalan Putri adalah salah satu tarian tradisional khas Malang yang telah ada sejak 1920-an Tari Beskalan termasuk salah satu tarian tertua di kota Malang. Meskipun begitu, banyak orang yang belum mengenalinya. Ketika berbicara tentang tarian khas Malang, kebanyakan orang hanya akan teringat pada Tari Topeng. Padahal, Malang memiliki banyak tarian daerah yang belum banyak masyarakat mengetahui.

Sejarah Tari Beskalan Putri

Tari Beskalan Putri pertama kali muncul sebagai bagian dari ritual untuk menghormati Dewi Sri, dewi kesuburan tanah. Sejak awal, para penari selalu memulai acara dengan menampilkan tarian ini, terutama sebelum melaksanakan ritual yang berkaitan dengan kesuburan tanah. Ritual ini merupakan doa masyarakat agar ladang mereka subur saat akan melakukan penanaman.

Namun, seiring waktu, fungsi tari ini pun berubah. Tari Beskalan Putri yang awalnya digunakan untuk ritual kini beralih menjadi bentuk penyambutan bagi tamu-tamu penting yang datang ke Kota Malang. Setiap kali ada acara resmi atau penyambutan tamu penting, masyarakat selalu menampilkan Tari Beskalan Putri. Tarian ini menjadi simbol keterbukaan, kesederhanaan, dan juga keramahan Malang terhadap para tamunya. Pada tahun 2021, Tari Beskalan Putri mendapatkan pengakuan dari Kemendikbud Ristek sebagai warisan budaya tak benda.

Makna dan Gerakan Tari Beskalan Putri

Tari Beskalan Putri menggambarkan seorang puteri yang sedang berhias untuk mempercantik diri. Oleh karena itu, gerakan tariannya sangat dinamis, lincah, dan feminin, menciptakan pertunjukan yang sangat indah dan penuh makna. Tari ini diiringi dengan alunan gamelan Jawa, khususnya laras slendro, yang semakin memperkuat kesan anggun dan penuh keindahan.

Baca juga: Dilarang Keras! Ketika Lirik Lagu Jadi Ancaman dan Musik Jadi Perlawanan.

Legenda di Balik Tari Beskalan Putri

Berdasarkan sejarah, tarian ini diciptakan oleh seorang penari legendaris Malang bernama Miskayah, yang berasal dari daerah Poncokusumo. Miskayah, yang memiliki nama asli Sukanti, pada suatu waktu mengalami sakit parah sehingga tidak bisa berjalan. Namun, suatu malam ia bermimpi bertemu dengan seorang putri dari Kerajaan Mataram, bernama Proboretno, yang sedang mencari kekasihnya, Baswara. Dalam mimpinya, Proboretno berpesan kepada Sukanti, “Sukanti, ikutlah denganku, kamu akan sembuh dan aku akan mengajarkanmu menari. Tetapi, kamu harus membantuku mencari pemuda bernama Baswara.”

Setelah terbangun dari mimpinya, Sukanti merasa tubuhnya sudah bisa bergerak, dan ia pun mulai menari. Menyadari bahwa ia bisa berjalan lagi, Sukanti mengganti namanya menjadi Miskayah. Sejak saat itu, Miskayah memperkenalkan Tari Beskalan Putri kepada masyarakat dan membuatnya semakin populer.